Meriam Wisma Tanjung Ria

Meriam peninggalan masa penjajahan dahulu masih ada hingga saat ini di Pontianak, Kalimantan Barat. Salah satunya meriam peninggalan tersebut diletakkan di depan wisma TNI-AD tanjung pura.

Meriam ini berada di depan Wisma Tanjung Ria tepat di Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Saat ini meriam atas kepemilikan dan pengelolaan oleh TNI AD Pontianak. Meriam berjumlah 2 (dua) posisi di halaman depan Wisma Tanjung Ria dengan laras depan mengarah ke sisi timur laut. Berikut uraian ukuran dan kondisi meriam:

  1. Meriam a berada di sisi selatan, kondisi utuh, terdiri atas bagian dudukan/pijakan dan badan meriam (laras depan dan belakang). Kondisi bagian permukaan laras meriam sudah mengalami korosi, sedangkan bagian dudukan/pijakan sudah berjamur dan berkarat. Pada bagian atas permukaan laras belakang terdapat tulisan angka 1790. Ukuran meriam a yaitu panjang 2,35 meter, diameter lubang tembakan 10 cm, dan diameter keseluruhan 20 cm. Ukuran lingkaran laras depan 70 cm dan laras belakang 117 cm.

  2. Meriam b berada di sisi utara, kondisi utuh, terdiri atas bagian dudukan/pijakan dan badan meriam (laras depan dan belakang). Kondisi bagian permukaan laras meriam sudah mengalami korosi, sedangkan bagian dudukan/pijakan sudah berjamur dan berkarat. Pada bagian atas permukaan laras belakang terdapat tulisan angka 1816. Ukuran meriam b yaitu panjang 2,24 meter, diameter lubang tembakan 11 cm, dan diameter keseluruhan 19 cm. Ukuran lingkaran laras depan 65 cm dan laras belakang 119 cm.
Saat ini kondisi meriam tersebut tampak korosi yang disebabkan terus menerus terpapar oleh cahaya matahari dan air hujan karena selama ini meriam ditempatkan di tempat terbuka yaitu di halaman wisma TNI-AD tanjung pura. Letak meriam juga saat ini berada di halaman atau pinggir jalan raya sehingga getaran oleh lalu lalang kendaraan menyebabkan meriam melesak/tenggelam ke dalam tanah di salah satu bagian.

Tanah gambut dan berair di bagian bawah meriam tergenang air, meriam melesak ke dalam tanah di karenakan terdapat hanya satu pembuangan yang dipasang berupa pipa paralon yang menempel pada dinding pagar beton mengarah ke parit, parit setinggi ±30 cm, kondisi parit banyak terdapat tumpukan tanah dan sampah yang memenuhi parit sehingga hanya tersisa ketinggian tersebut di halaman tempat terdapat meriam tidak terdapat parit di sekeliling hanya mengandalkan resapan pohon dan 2 lubang di sisi pagar depan untuk pembuangan air, 1 terpasang pipa sedangkan lainnya hanya ada 1 lubang mengarah ke parit tanpa pipa. Saat ini permukaan meriam dipenuhi lumut dan terdapat beberapa bagian meriam yang terkikis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kantor Pos Rahadi Usman

SD Negeri 14 Pontianak