SD Negeri 14 Pontianak
Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak merupakan salah satu sekolah pertama yang ada di Pontianak. Sekolah ini dibangun oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada Pemerintah hindia belanda mendirikannya pada tahun 1902. Nama sekolah tersebut berubah menjadi HIS (Hollandsch Indlansche School) pada tahun 1928. Pada masa itu pemerintah Hindia Belanda memperkenankan masyarakat pribumi khusus anak keturunan para petinggi pemerintahan/pejabat dan anak raja atau keturunan sultan untuk bersekolah. Pada tahun 1950 setelah Indonesi merdeka, masyarakat umum diperkenankan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Seiring berjalannya waktu, kemudian sekolah tersebut dikelola pemerintah daerah sehingga berubah nama menjadi SR (Sekolah Rakyat) dan berganti lagi menjadi SDN 14 Pontianak sampai saat ini.
Bangunan SD kondisi utuh, berbentuk panggung, memanjang dari timur ke barat. Bangunan berbahan dasar kayu dan menggunakan atap sirap, memiliki 7 (tujuh) ruang kelas dengan masing-masing ruangan memiliki 2 (dua) pintu masuk dari sisi utara dan selatan. Tampak depan (sisi utara) terdapat 4 (empat) tangga, kemudian di sisi selatan ada 1 (satu) tangga. Bangunan kelas dikelilingi teras dilengkapi dengan pagar berbahan kayu.
Kemudian pada ruang kelas juga terdapat pintu di sudut samping sebagai penghubung atau akses dari ruang kelas satu ke ruang kelas yang lain. Setiap kelas juga memiliki 3 (tiga) jendela yang masing-masing jendela memiliki dua buah daun jendela.
Ukuran bangunan secara keseluruhan, yaitu panjang 58,3 meter, lebar 6,85 meter, tinggi 4,96 meter. Ukuran pintu yaitu tinggi 1,97 meter dan lebar 1,20 meter. Ukuran jendela tinggi 1,23 meter dan lebar 1,17 meter. Ukuran tangga yaitu lebar 1,95 meter dengan 4 (empat) anak tangga. Adapun ukuran teras sisi utara lebar 2,60 meter, sisi selatan 2,55 meter, sisi timur lebar 2,65 meter, dan sisi barat 2,65 meter. Pondasi bangunan memiliki ketinggian 85 cm dari permukaan tanah ke lantai.
Menurut informasi dinas setempat, tahun 2014 pernah direnovasi pada bagian atap karena mengalami kebocoran yang cukup parah. Saat ini, telah dibangun gedung baru oleh pemerintah setempat. Gedung sekolah baru tersebut dibangun tepat dibelakang bangunan Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak ini. Kondisi sekitaran bagian luar bangunan sekolah masih terawat dengan terawatnya tanaman dan bunga yang masih segar dan tumbuh subur. Hanya saja sisi selatan atau bagian belakang bangunan terdapat sisi parit yang amblas sehingga di sisi tersebut parit tertutup yang dikhawatirkan menutup aliran air sehingga dapat terjadinya luapan air.
Cahaya matahari dan air hujan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan cat terkelupas pada bagian dinding, lapuk dan lumut yang tampak pada permukaan lantai dan tangga untuk menaiki bangunan serta lapuk pada plafond sehingga beberapa bagian plafond banyak yang terlepas, lapuk, keropos dan lembab. Rembesan air hujan yang menyebabkan kayu plafond lapuk sehingga tampak lembab sehingga terjadi pelapukan dibeberapa tempat terdapat perubahan warna dan terlepas papan plafond.
Pada bagian lisplang bagian depan terdapat bekas paku menurut informasi sering digunakan untuk menempel spanduk namun, bekas paku masih menempel sehingga semakin lama jika terkena air hujan akan semakin mempercepat proses korosi pada paku dan menyebabkan kayu tempat menempel paku mudah untuk terjadinya pelapukan. Paku banyak menempel pada sekitar lisplang namun paling banyak terdapat dibagian depan. Di plafond dan dinding layar di sekeliling bangunan juga terdapat beberapa sarang burung yang dapat menghasilkan kotoran yang mengotori bagian plafond atap dan dapat meninggalkan kotoran yang sulit dihilangkan/menempel pada bagian sekitar sarang burung.
Tampak beberapa sarang serangga di komponen bawah bangunan seperti di sloof, gelagar dan tiang utama. Sarang serangga tersebut kemudian membuat rapuh dan retak nya permukaan hingga ke bagian dalam kayu sehingga lama-kelamaan akan mempengaruhi kekuatan struktur bangunan. Di rangka dinding bangunan sisi barat bagian atas terdapat lapuk nya permukaan kayu dilihat terdapat lubang-lubang pada kayu yang merupakan sarang rayap. Di beberapa rangka dinding bagian bawah ditemukan sejumlah bubuk kayu yang merupakan bubuk kayu pada bagian atas. Tampak pula pada dinding bangunan dan pagar bangunan coretan (vandalisme) dan kotor permukaan berupa debu yang disebabkan bangunan berada di pinggir jalan raya sehingga bangunan lebih mudah dipenuhi debu.
Dibagian bawah bangunan yang merupakan bangunan panggung yang dibagian bawah dengan tiang utama/fondasi berbahan beton untuk menahan gelagar. Tampak air yang menggenang dan kondisi tanah lumpur serta tampak sampah berserakan di bawah bangunan sehingga dapat menyebabkan penurunan bangunan dari tahun ke tahun. Di sisi selatan bagian bawah bangunan banyak tumpukan sampah anorganik dan kayu sehingga menambah kelembapan bagian bawah bangunan.
SD 14 Kota Pontianak berada di Jl. Tamar, Kel.Tengah, Kec. Pontianak, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Bangunan SD berbatasan langsung dengan Jl. Sidas dan Jl. Tamar di sisi utara, rumah dan pagar serta kantin di sisi timur, gedung baru di sisi selatan, serta ruang guru di sisi barat. Status kepemilikan dan pengelolaan saat ini oleh pemerintah Kota Pontianak.
Komentar
Posting Komentar