Postingan

Pembukaan Workshop GSMS di Jakarta

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV mengikuti kegiatan workshop Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Ciputra Jakarta pada tanggal 28 hingga 31 Mei 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh 250 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah yang membidangi kebudayaan, para seniman, dan Balai Pelestarian Kebudayaan dari seluruh Indonesia. Program GSMS sendiri diinisiasi oleh Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya bangsa. Program ini dilaksanakan dengan melibatkan seniman untuk memberikan pelatihan dan edukasi seni budaya kepada para siswa di sekolah. GSMS telah dilaksanakan di seluruh Indonesia sejak tahun 2016 dan telah menghasilkan banyak karya seni yang berkualitas. Acara dibuka oleh Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Ibu Iriani Dewi Wanti. Dalan arahann...

Meriam Wisma Tanjung Ria

Meriam peninggalan masa penjajahan dahulu masih ada hingga saat ini di Pontianak, Kalimantan Barat. Salah satunya meriam peninggalan tersebut diletakkan di depan wisma TNI-AD tanjung pura. Meriam ini berada di depan Wisma Tanjung Ria tepat di Jl. Rahadi Usman, Kel. Tengah, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Prov. Kalimantan Barat. Saat ini meriam atas kepemilikan dan pengelolaan oleh TNI AD Pontianak. Meriam berjumlah 2 (dua) posisi di halaman depan Wisma Tanjung Ria dengan laras depan mengarah ke sisi timur laut. Berikut uraian ukuran dan kondisi meriam: Meriam a berada di sisi selatan, kondisi utuh, terdiri atas bagian dudukan/pijakan dan badan meriam (laras depan dan belakang). Kondisi bagian permukaan laras meriam sudah mengalami korosi, sedangkan bagian dudukan/pijakan sudah berjamur dan berkarat. Pada bagian atas permukaan laras belakang terdapat tulisan angka 1790. Ukuran meriam a yaitu panjang 2,35 meter, diameter lubang tembakan 10 cm, dan diameter keseluruhan 20 cm. Ukuran ...

SD Negeri 14 Pontianak

Sekolah Dasar Negeri 14 Pontianak  merupakan salah satu sekolah pertama yang ada di Pontianak. Sekolah ini  dibangun oleh pemerintahan Kolonial Belanda pada  Pemerintah hindia belanda mendirikannya pada tahun 1902 . Nama sekolah tersebut berubah menjadi HIS (Hollandsch Indlansche School) pada t ahun 1928 . Pada masa itu pemerintah Hindia Belanda memperkenankan masyarakat pribumi khusus anak keturunan para petinggi pemerintahan/pejabat dan anak raja atau keturunan sultan untuk bersekolah. Pada tahun 1950 setelah Indonesi merdeka, masyarakat umum diperkenankan mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Seiring berjalannya waktu, kemudian sekolah tersebut dikelola pemerintah daerah sehingga berubah nama menjadi SR (Sekolah Rakyat) dan berganti lagi menjadi SDN 14 Pontianak sampai saat ini. Bangunan SD kondisi utuh, berbentuk panggung, memanjang dari timur ke barat. Bangunan berbahan dasar kayu dan menggunakan atap sirap, memiliki 7 (tujuh) ruang kelas dengan masing-masing rua...

Monumen Pemakaman Kristen Oikumene

Pemakaman berada di jalan R. A Kartini/Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Saat ini pemakaman diurus dan dikelola oleh Yayasan Oikumene Kalimantan Barat.  Monument dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda di Pontianak yang bertujuan untuk mengenang peristiwa tenggelamnya kapal milik Belanda di Kapuas Kecil pada tanggal 27 Maret 1903 yang menelan korban anggota militer Belanda sebanyak 15 orang dan dimakamkan di makam tersebut Pada pemakaman ini terdapat monumen peninggalan masa penjajahan belanda, monumen pada pemakaman ini ± setinggi 3 meter. Monumen menghadap timur laut, berbatasan langsung dengan makam di sisi utara, timur dan barat, kemudian di selatan berbatasan rumah dan jalan kartini. Monumen berbentuk persegi panjang, posisi berdiri dengan kondisi utuh namun ada beberapa bagian yang pecah. Monumen memiliki ukuran tinggi 3, 19 meter dan lebar 40 cm. Monumen berwarna abu-abu, struktur berbahan dasar beton, kemudian marmer bagian depan sebagai prasasti ...

Kantor Pos Rahadi Usman

Kantor pos lama Pontianak dibangun pertama kali pada tahun 1858 oleh pemerintahan Kolonial Hindia Belanda. Semenjak awal, bangunan ini difungsikan sebagai post telegraf kantor dan hingga saat ini masih berfungsi dan kokoh berdiri. Kantor Pos Pontianak berada di Jalan Rahadi Oesman, Kelurahan Tengah, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Kantor Pos berbatasan langsung dengan Jln. Rahadi Oesman di sisi utara, Gedung Bank Indonesi di sisi timur, Kantor/Pemukiman di sisi selatan, serta taman kota dan Jl. Husen Latif di sisi barat. Saat ini Kantor Pos dimiliki dan dikelola oleh PT. Pos Indonesia. Kondisi Kantor Pos saat ini masih utuh dan ada beberapa bagian yang rusak. Bangunan kantor pos menggunakan bahan seng sebagai atap, kemudian untuk bagian badan bangunan menggunakan beton, dan lantai ada yang menggunakan keramik serta kayu ulin. Pintu masuk utama ada di sisi timur laut, adapun pintu masuk lainnya ada di sisi barat dan selatan. Ukuran bangunan bagian da...